Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dua Sepupu Pewaris Ajaran Nabi

Tahun 2018 lalu adalah tonggak bersejarah. Tepat di tahun ketika saya menyelesaikan studi magister di ITS, ada dua sepupu yang mohon restu untuk berangkat luru ilmu.

Perdana Putra Pangestu namanya. Dana, begitu saya menyapanya, begitu yakin untuk belajar ulumul hadist di UIN Suka Yogyakarta. Saya bangga sekali. Apalagi sepupu saya satunya, Ulul Albab Fatahillah, sudah terlebih dulu terbang ke negeri seberang, Universitas Al-Azhar untuk belajar Ulumul Quran. Waktu itu, kami antarkan Albab dengan deraian air mata. Saya peluk dia erat. Itulah tangisan haru. Haru karena kelak, akan lahir ulama besar, penerus ajaran nabi di keluarga kami. 

Di tahun 2021 kini, Dana sudah beranjak di semester akhir. Sementara Albab, tekun di Kairo untuk menamatkan semester limanya. Itu karena Albab harus menyelesaikan kelas lughoh-nya di tahun pertama. 

Beberapa waktu lalu, Dana tiba-tiba kirim pesan. Ingin mampir di Kota Blitar. Rupanya dia sedang KKN di pelosok desa. Masih wilayah Blitar. Di ujung timur yang berbukit itu. 


Sudah lama, tulisan-tulisan Dana saya ikuti di media online. Ada puluhan tulisan. Terutama di bincangsyariah.com dan duniasantri.co. Rupanya dia aktif sekali menulis. Dia sajikan keahlian akademiknya di ulumul hadist untuk  pembahasan kekinian yang kontekstual. Berbekal keahliannya itu, beberapa media online menawarkannya pekerjaan tetap sebagai content writer. Alhasil, tulisannya kini telah mampu menghidupinya selama kuliah. 

Sebelum pamit, Dana menunjukkan sesuatu di gawainya. Ingin saya angkat topi saking bangganya. Sayangnya tak pakai topi. Dia tunjukkan nama dan fotonya terpajang di Google Scholar. 

Ada lima artikel ilmiah yang tercantum di profilnya. Satu artikel terindeks Sinta 2, dua artikel di Sinta 3, satu lagi terindeks Sinta 4, terakhir ter-publish di Internasional Conference. Seluruh artikel ilmiahnya ter-publish setahun terakhir. Luar biasa. Apalagi dia tulis seorang diri. 

"Hebat, Dan. Dosen saja belum tentu bisa lho, Dan!"

"Ah, biasa saja mas, itu pas lagi gabut saja." Sambil terkekeh setengah nyengir.

Saya bersyukur, dapat berguru ke sepupu yang calon ulama dan penulis produktif itu. Semoga menulari hamba yang fakir ilmu ini.

Posting Komentar untuk "Dua Sepupu Pewaris Ajaran Nabi"