Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pro kontra Regenerasi Imam Masjid

Saya tergelitik mendengar cerita kawan dari Malang perihal imam masjidnya. Sampai dia membuat gerakan "kudeta" imam masjid. Alasannya, sang imam tidak bersedia diganti. Maunya, tiap shalat lima waktu, imamnya harus dia. Imam lain belum layak menggantikannya.


Lain lagi cerita kawan saya di Madiun. Saat zaman kuliah dulu, sempat beberapa kali saya menginap dirumahnya serta singgah di masjid kampungnya. Tiap shalat, imamnya itu-itu saja. Bacaan Qurannya bikin saya husnudzon, jangan-jangan imamnya baca qiraat sab'ah. Ternyata tidak, memang tajwid-nya ancur-ancuran.

"Opo Ndak enek imam liane?" Tanya saya.

Padahal, kawan saya ini jebolan pesantren. Andai menggantikan pun sangat siap. Namun jawabannya mengejutkan. Orang lain pada takut menggantikan karena selalu ditanya,

"Wes apal hadist Piro, kok wani ganteni aku?". Wassalam deh.

Saya pribadi juga punya cerita unik. Ketika dijadwal menjadi imam tarawih, ada salah seorang pengurus masjid yang keberatan ketika saya menjadi imam shalat isya-nya. Alasannya, waktu itu saya belum menikah. Dia merasa, orang yang belum menikah, hatinya belum tenang, mudah terombang-ambing. Saya mengalah.

Padahal setelah nikah sekalipun, belum tentu hati juga lebih tenang. Ada yang malah lebih semrawut. Kebanyakan pikiran.

Kekakuan dan sikap keras kepala oknum imam masjid bakal berdampak serius. Regenerasi di masjid itu bakal terhenti.

Saya bersyukur ketika bermunculan pengurus dan imam masjid yang mulai mengubah mindset mereka tentang generasi muda. Contohnya, Masjid di Kota Blitar yang saya ceritakan tempo hari.

Andai generasi muda dipandang belum memiliki level kemampuan setara, minimal diberi kesempatan belajar. Mereka akan banyak pengalaman dan ilmu baru, seiring bertambahnya jam terbang.

Saya percaya, kemampuan bacaan dan hafalan Qur'an generasi kekinian ndak mengecewakan. Suatu saat, bahkan generasi muda yang diremehkan itu bakal jadi produk yang siap "turun gunung".

Siapa yang bakal menggantikan andai sewaktu-waktu sesepuhnya wafat? Ya generasi muda juga.

Oleh karenanya, regenerasi imam masjid perlu disiapkan, dengan memberi kesempatan pada generasi muda untuk belajar.

Posting Komentar untuk " Pro kontra Regenerasi Imam Masjid"