Kuncinya, Sering Silaturahmi
Saya jarang mengizinkan mahasiswa untuk datang ke rumah, jika memang alasannya karena masalah seputar kampus. Misalnya bimbingan skripsi. Bukan apa-apa. Agar masalah kampus cukup selesai di kampus. Dan saya bisa fokus bercengkrama dengan anak istri di rumah.
Tapi, jika izin bertamu untuk silaturahmi lebaran, saya tidak bisa menolak. Itulah kali pertama ada mahasiswa yang datang berkunjung ke rumah selama saya tinggal di Blitar. Seluruhnya mahasiswa ilmu komputer, angkatan 2018.
Berbincang bersama mahasiswa di luar urusan kampus, ternyata seru juga. Lebih cair dan penuh canda tawa.
"Pak, kalau kuliah kenapa tak bisa kayak gini ya?"
"Ya karena obrolan kita masalah hal-hal yang ringan. Sama-sama satu frekuensi. Akhirnya nyambung deh."
"Iya juga, Pak".
"Perbedaan mendasar adalah masalah topik obrolan. Topik kita sekarang sangat kualitatif. Semua bisa nyampaikan opininya secara subjektif. Jadilah beragam pendapat datang dari segala arah".
"Apa ndak bisa diterapkan di kelas, Pak?"
"Harusnya begitu. Tapi di kelas, kita tak pernah lagi bahas topik ringan macam sekarang ini, apalagi semester 5 kemarin, berat semua. Saya ngajar masalah artificial inteligent. Isinya rumus matematika digabungin dengan algoritma pemrograman. Topiknya kuantitatif. Nilai kebenarannya objektif. Kita tidak bebas berpendapat tanpa pedoman referensi ilmiah. Kelemahan mahasiswa ada di literasi dan pengalaman ujicoba mandiri. Maka jadilah penyakit ketidakpahaman mahasiswa menumpuk jadi komplikasi."
"Nah itu, Pak".
Tak terasa, lebih dari satu jam saya menemani mahasiswa ngobrol ngalor ngidul.
"Sudah mikir topik skripsi, kah?"
"Wah, belum pak, fokus kuliah semester 6 dulu".
Sama seperti saat saya tanya angkatan 2017 dulu. Jawabnya, semester 6 fokus mikir kuliah dulu, liburan semester 7 mikir PKL, semester 7 mikir laporan PKL, liburan semester 8 mikir KKN, semester 8 mikir laporan KKN. Menjelang akhir semester 8, tiba-tiba datang menghadap.
"Pak, Minggu depan batas pendaftaran seminar proposal, dan saya belum tahu topik skripsi, pripun niki pak?"
Nah ini, dikiranya bangun tidur langsung wisuda, ya?
Kuncinya ya itu. Sering silaturahmi ke para dosen.

Posting Komentar untuk "Kuncinya, Sering Silaturahmi"