Bersaing Dengan Lulusan Syariah, Sarjana Komputer Lolos Seleksi Penyuluh Agama Islam
Kisah ini saya tuliskan sebagai catatan berharga, pernah mengikuti seleksi penyuluh agama islam di Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto. Jika ada diantara pembaca yang berminat menjadi penyuluh, semoga bisa lolos saat seleksi di kesempatan mendatang. Seingat saya, waktu itu Bulan September 2016. Ada informasi yang beredar luas di WA mengenai pendaftaran serempak penyuluh agama islam non PNS se-Indonesia. Diantara syarat yang harus dipenuhi adalah berumur paling rendah 22 tahun dan tertinggi 60 tahun; harus memiliki tempat binaan penyuluhan, dan berpengalaman melakukan penyuluhan minimal 2 tahun dibuktikan dengan tanda tangan ketua kelompok binaan; serta yang terpenting, diutamakan berijazah syari'ah non pendidikan (misal: S.H.I; S.Th.I; S.Sos.I;S.Sy; S.Kom.I atau yang semisal dengannya).
Sebagaimana yang pernah saya singgung ditulisan sebelumnya, (Baca: Begini Rasanya Menjadi Penyuluh Agama Islam, Dulu dan Sekarang), saya kurang berminat mengikuti tes penyuluh tersebut. Alasannya simpel, ijazah saya tidak memenuhi kualifikasi. Bahkan saat itu, saya malah diterima S2 teknik Informatika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Saya ingin fokus kuliah S2 dan kelak meniti karir sebagai seorang dosen. Melihat keukeuhnya saya menolak daftar penyuluh, ibu menasehati saya. Beliau berujar, tidak ada salahnya ikut mendaftar penyuluh, toh mumpung ada kesempatan dan bukan berarti tidak boleh jika berijazah non syari'ah ikut daftar. Andai memang memiliki potensi bagus, apapun ijazahnya InsyaAllah diterima.
Saya renungkan baik-baik nasehat beliau. Ada benarnya juga. Segera saya lengkapi berkas pendaftaran sesuai dengan persyaratan yang tertera pada pengumuman. Pendaftaran dimulai pada tanggal 24 Oktober 2016. Tanggal yang tepat, karena saya baru di wisuda tanggal 20 Oktober 2016. Apesnya, ternyata ijazah saya baru dapat diambil sebulan kemudian. Jadi, saya tidak memenuhi syarat fotocopy ijazah terakhir. Tak ada ijazah, keterangan lulus pun jadi. Agak lucu, ketika surat lamaran saya berisikan surat keterangan lulus dari jurusan teknik informatika untuk mendaftar penyuluh agama islam. Jaka sembung numpak becak, Gak nyambung cak!

Posting Komentar untuk "Bersaing Dengan Lulusan Syariah, Sarjana Komputer Lolos Seleksi Penyuluh Agama Islam"