Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gema Sholawat Diba' di Pantai Kondang Merak

Mentari senja sudah beranjak ke peraduannya, menyisakan riak-riak mega merah yang terlihat semakin menghitam. Pertanda memang hari sudah berganti malam. Sekelompok pemuda dengan semangat mempersiapkan diri untuk berjamaah sholat maghrib. Mereka adalah anak muda Jagad Solawat yang hari itu bertadabbur alam untuk melepas kepenatan harian. Dipimpin oleh sang khodim, Ustadz Bayu, mereka dengan khusuk menunaikan sholat maghrib. Kemudian melanjutkan kegiatannya dengan mengaji Al-Waqi'ah serta menutupnya dengan membaca Ratib Al-Haddad.

Uniknya, kegiatan tidak dilangsungkan di musholla atau di dalam ruangan. Melainkan langsung di tepi Pantai Kondang Merak, persis di samping tenda yang sudah di bangun. Ya, hari itu hingga keesokan harinya, mereka telah merencanakan kegiatannya untuk bertadabbur alam dengan tetap tidak melalaikan kewajiban harian yang sudah istiqomah dijalankan. Sengaja Pantai Kondang Merak dipilih karena suasana pantai yang kondusif, luas dan cukup sepi, yang terpenting pantai ini tidak terlalu primitif karena masih terdapat fasilitas umum seperti kamar mandi sebagai sarana penunjang, walaupun sejatinya lokasi Pantai Kondang Merak berada di kawasan lahan konservasi yang berupa hutan alami yang cukup lebat.

Malam itu selepas isya', agenda utama kegiatan adalah pembacaan sholawat diba' di tepi pantai. Ini adalah pengalaman pertama kali, teman-teman Jagad Sholawat dapat bersholawat di alam bebas. Karena suasana yang sepi dan sunyi, pembacaaan sholawat diba' pun berjalan khusyuk dan penuh khidmad. Semua menikmati syahdunya alunan syair yang dibawakan oleh Ustadz Dian. Begitu pas dengan alunan irama rebana yang membahana memecah kesunyian malam.

Khusyuk : Pembacaan Sholawat Diba'

Terlihat hampir seluruh jamaah hingga mengangkat tangan mereka, memuji kebesaran Allah dan rasul-Nya. Memuji kebesaran Allah melalui indahnya ciptaan-Nya. Memuji Baginda Rasulullah atas nikmat islam dan nikmat iman yang telah sampai pada umatnya. Ya Ayyuhaladzina Amanu, Shollu.... Alaihi wa sallimu taslima. Sungguh, tadabbur alam yang indah adalah yang mampu mengingatkan kita kepada Allah dan Baginda Rasulullah.

Setelah pembacaan sholawat selesai, Ustadz Bayu bercerita bahwa sungguh pembacaan sholawat itu akan memancarkan aura kebaikan yang luar biasa. Beliau melihat dengan jelas bagaimana cahaya putih muncul di sekeliling teman-teman manakala sholawat diba' dilangsungkan. Dan cahaya itu semakin terlihat memancar ke atas ketika mahallul qiyam dilaksanakan. Subhanallah. Selain itu, pembacaan sholawat tadi sebenarnya tidak hanya jamaah Jagad Sholawat saja yang mengikuti, namun juga mahkluk tak kasat mata pun juga ikut bersholawat. Mengingat lokasinya yang berada di tepi hutan, maka ada sebagian makhluk astral tersebut yang memasang kuda-kuda mencurigai apa yang dilakukan oleh teman-teman ketika bersholawat. Hal ini wajar karena mungkin saja, pembacaan sholawat dengan alunan rebana yang merdu itu sangat jarang dijumpai di lokasi ini, sehingga terlihat aneh. Malah seringkali, pantai sebagai sarana tadabbur alam mengingat Allah digunakan oleh sebagian kaum muda mudi untuk bermaksiat.

Wallahu A'lam Bisshowab.

Malang, 10 Februari 2016

Salam

Tanda Tangan

Posting Komentar untuk "Gema Sholawat Diba' di Pantai Kondang Merak"