Percaya Diri, Kunci Pencerah Masa Depan
Suatu pagi agak siang di sebuah SMP, seorang remaja kurus dengan nafas tersengal-sengal berlari menuju ruang kelasnya. Ia tak mempedulikan kawannya yang memanggil-manggil dibelakang.
"Hey, hari ini ada rapat anggota remaja masjid, gak ikutan kau, rugi loh. Yang lain udah pada kumpul nih?" Teriaknya mencoba meyakinkan remaja itu agar ikutan rapat perencanaan kegiatan baru bagi junior-junior remas.
Bukannya balik badan menemui kawannya, namun Ia memilih mengayunkan langkah kakinya lebih cepat agar tidak terlambat masuk kelas.
"Halah.... selalu ada rapat, rapat, rapat, emang gak pasang kuping kalau sekarang udah bel masuk?" jawabnya dalam hati
"Hey, Kamu gimana sih, kan tadi udah aku bilang, kita izin dulu gak masuk pelajaran Bahasa Jawa, guru kita pun udah ngerti kalau kita izin rapat" Teriaknya sekali lagi tatkala ucapannya yang pertama tak di hiraukan remaja itu.
"Kau ini niat sekolah apa rapat sih? nilaiku udah banyak yang ancur gara-gara sering izin rapat kayak gini. terserah kaulah, pokoknya aku milih ikutan pelajaran aja, ikutan remas gak malah bikin pinter malah nambah bobrok nilai sekolah, aku keluar aja dari remas..." Lagi-lagi hanya bisa ngomong dalam hati.
Remaja itu membuat wajah kawannya semakin kusam, dan hanya bisa memandangi larinya dari kejauhan, Ia tak habis pikir, bagaimana bisa remaja yang belum pernah ikutan rapat itu tiba-tiba nyelonong lari menghindari rapat tanpa alasan yang jelas. Padahal rapatnya ternyata cuma tak lebih dari 15 menit. Benar-benar anak yang aneh.
Perlahan suara larian remaja itu terdengar semakin pelan diserap koridor-koridor depan kelas. Hingga sama sekali hilang tak berbekas. Siapakah remaja itu ?? percaya atau tidak, Dia adalah saya sendiri.. hehehehe... seorang remaja yang sering minder, penakut, cengeng, pendiam bahkan pernah dijuluki MANPLEN, alias Manusia Planet akibat saking seringnya menyendiri dan malu bergaul dengan teman sebayanya. Kala itu, saya merasa diri ini paling terbelakang di kelas. Betapa tidak, masuk di Kelas unggulan membuatku tak percaya akan kemampuanku. Apalagi melihat teman-teman sekelas yang begitu aktif bertanya, rebutan maju ngerjakan tugas di papan, hingga berlomba-lomba mendapatkan nilai yang paling bagus. Lah saya bisa apa? cuma bisa Diam, Diam dan hanya diam. Berharap kata mutiara "Diam Itu Emas" benar adanya.
Sebenarnya sejak kecil, saya punya penyakit berbahaya yang saya rasa bila dibiarkan akan memperlebar lubang kegagalan masa depan saya, Yupz, penyakit "minder", minder akan kemampuan diri yang merasa diri ini gak punya bakat dan kemampuan apapun dibanding yang lain. Bahkan sejak bangku sekolah dasar, sifat inilah yang sering menjerumuskan saya dalam jurang keterpurukan, malu menghadapi orang, malu ngomong dan berpendapat, bahkan bicara dengan guru saja mulut saya sampai bergetar. Walaupun disisi lain teman-teman sekelas bahkan guru saya mengakui jika kemampuan kognitif saya pantas mengantarkan saya meraih peringkat atas. Namun buntutnya, kepandaian yang tak diiringi kepercayaan diri yang kuat pastilah menuai petaka. Guru saya menyayangkan, saya banyak gagal dalam berbagai kegiatan perlombaan hanya karena saya pesimis dengan kemampuan.
Beliau (guru saya) sering kali memberikan petuah sindiran, bukan berarti malah men-down-kan saya, saya pandang sebagai kritikan yang konstruktif. "Orang berkemampuan biasa yang punya kepercayaan diri saja bisa menjadi orang luar biasa lho, apalagi jika itu orang berkemampuan luar biasa yang yakin akan kemampuan luar biasanya, coba... akan jadi super hebat bukan?, lihat, betapa beruntung mereka yang punya rasa kepercayaan diri itu. Saya yakin, setiap orang memiliki potensi yang hebat termasuk kamu, sayangnya mereka sering kali tidak percaya akan kemampuan hebat mereka, bodoh bukan? salah satunya ya gara-gara sifat minder itu, sifat inilah yang nantinya akan mengubur impian dan cita-cita mereka pelan-pelan, bahkan akhirnya gagal sama sekali. Buang, buang, buang sifat itu, sifat ini hanya akan menyia-yiakan potensi besar yang diberikan Allah pada kita.
Makanya, di setiap keadaan apapun, yakinlah kamu pasti bisa ! dan percaya atau tidak, nanti akan kau dapati dirimu benar-benar bisa melakukannya, buktikan itu !"...
********
Posted By

Posting Komentar untuk "Percaya Diri, Kunci Pencerah Masa Depan"