Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahun Baru, Sebuah Muhasabah : Sambut Hari Esok Yang Lebih Baik

Detik-Detik Akhir tahun baru sudah berlalu meninggalkan kita, sekaligus meninggalkan getir-getir masa lalu yang kini tinggal kenangan. Namun sudahlah.... Sering ku dinasihati oleh guruku, Masa Lalu adalah kenangan, Sekarang adalah kenyataan dan esok adalah impian... Yang terpenting bagaimana engkau bisa menjadikan masa lalu mu sebagai pelajaran, untuk menyongsong esok yang lebih baik. (^_^)



Tahun baru 1434 H saat ini, rasanya nyaris sama seperti tahun-tahun baru sebelumnya, amat disesalkan ketika hanya segelintir orang saja yang mau merayakan momen krusial umat islam ini. Ketika ku tanyai teman-teman ku perihal tahun baru islam tempo hari, mereka malah balik bertanya "Lho, Tanggal merah besok tahun baru islam ya?"

Cckckckck.. kemana aja ya... ampe lupa tahun barunya... padahal aku  ingat betul .. karena hari itu tanggal merah, jadi libur kuliah... wkwkwkwk...

Ketika Dosen Bahasa Arab ku bertanya pada teman-teman sekelasku kemarin, "Apakah Kalian tahu, Besok tahun hijriah yang keberapa?"malah ada yang menjawab "2013 Pak...." "1343 Pak..." "1437 Pak..." Gubrakkkkkkk.... Salah semua...

Ironis banget ya... ampe lupa tahun berapa... Aku sendiripun lupa juga... wajar jika mereka juga lupa..

Alasannya cuma satu.."Mereka Tidak Punya Kalender" hehehehe...

***

Sore itu ku berjalan pelan menyusuri jalan aspal halus menuju Ma'had ku, kulihat banyak diantara temen-temenku yang hilir mudik bersiap menuju kampung halaman mereka masing-masing. Maklumlah, emang libur panjang 4 hari.. siapa yang tak ingin berkumpul merayakan tahun baru dengan bertemu keluarga mereka, pun juga dengan ku, namun... ku teringat nasihat ibu ku ketika ku pulang dulu "Kalau tidak ada keperluan yang mendesak jangan pulang" ... (_ _)

huhuhuhuhuya udah, (sekarang) akupun tak pulang, dari pada sendirian dikamar mikirin tugas kuliah...

ya.. ku selingi aja dengan menulis catatan ini...

Untuk pertama kalinya aku melewati malam tahun baru hijriah ini tanpa keluarga.. melewati petang pergantian tahun dengan kawan seperjuangan di UIN Malang yang juga tidak pulang kampung.. tiada suara terompet bersahutan yang kudengar... tiada pesta kembang api yang memecah langit malam. karena bukan itu yang kami cari.. Kami berkumpul di masjid untuk saling bermuhasabahو saling merenungi sudahkah kita lakukan yang terbaik ditahun kemarin,

tahun baru bukannya ajang untuk saling berpesta pora, bukan ajang rea-reo...

karena tanpa kita sadari... seiring bergantinya tahun, usia kita semakin lama akan semakin berkurang, bukankah kerugian jika detik demi detik sisa usia kita berlalu tanpa manfaat?

Marilah kita isi awal tahun ini dengan untaian doa, dengan harapan semoga ditahun yang baru ini kita bisa melakukan yang lebih baik dari tahun kemarin...Amin...

بسم الله ارحمن ارحيم

اللم انت الأبدي القديم لأول و على فضلك العظيم وجودك المعول

وهذا عام جديد قد أقبل

نسألك العصمة فيه من الشيطان وأوليائه و جنوده والون على هذه النفس الأمارة بالسوء والإشغال بما يقربني إليك زلفى

يا ذا الجلال والإكرام

يا أرحم الرحمين

Ya Allah Ya Tuhan Kami, Engkaulah Dzat yang Maha Abadi, Dzat yang Terdahulu dan Dzat yang Pertama, hanya pada keutamaan-Mu yang Agung dan mulyanya kemurahan-Mu yang sempurnalah tempat meminta pertolongan. Tahun baru ini telah datang, maka aku meminta dari-Mu penjagaan di dalamnya dari syetan dan para pengikutnya, dan aku juga meminta pertolongan-Mu atas nafsu amarah ini serta aku minta kesibukan yang mendekatkanku pada-Mu Wahai dzat Yang memiliki keagungan dan kemulyaan. Amin.....

Posted By

Tanda Tangan

Posting Komentar untuk "Tahun Baru, Sebuah Muhasabah : Sambut Hari Esok Yang Lebih Baik"