Pantai Delegan, Kute Van Jatim
La.... La.... La.... La.....La........(dengan nada seperti Nobita). Saking bahagianya. Ehem.....Pantai.. Pantai.. Pantai..... iler ku netes kemana-mana saking nyidamnya pada pantai.. hehehe
Pun dengan semua penumpang.. Persoalan pelik seperti yang ku ceritakan pada bagian 6 memang menguras 'adrenalin' kami..
Okelah.. Meskipun kami harus rela melepas visitng TPI Brondong dengan paksaan karena udah kemalaman... Toh, di Mojosari banyak pedagang ikan kan? Malah saking banyaknya yang (tidak) beli hingga pasar ikan Mojosari 'nyaris' gulung pasar.. hehehe.. atau, emang pasarnya udah di gulung kali ya..? kok gak ada yang beli?... (^_^).. Alhamdulillah.. yang penting berkurang juga salah satu tempat penyiksaan Ikan, "Apa elo Tega" lihat para ikan di paksa berjemur telanjang? Apalagi jika ikan tempe.. hehehe.. pasti bakal mati kutu, tak berdaya untuk melawan...
Tapi yang penting........... kami harus berjuang mati-matian untuk melihat pantai. Pantai bagi kita adalah harga mati, sodara-sodara...
Lebih baik mati berkalung tanah daripada.....
eh, eh, eh, salah..
lebih baik mati berkalang tanah dari pada tak melihat pantai... (slogan edan, ampe segitunya.. ya..)
Sudah setengah jam berlalu dari tempat bersejarah 'Polsek Brondong'.. Lama sekali tak sampai-sampai.. Ku lirik dengan tajam jam tangan ku.. Hwaa.. jam tangan ku mana? jangan-jangan.... Masya Allah... ketinggalan..
Kontan saja Adik ku dan Ibu ku pun gelagapan mencari jam tangan ku yang mungkin tertinggal dalam tas..
"Ndak usah di cari ndak papa Buk...Wong emang tertinggal di rumah" hahahahaah... (ngerepotin orang tua aja ya)
Yeah, Palu persetujuan kunjungan ke pantai Delegan akhirnya di 'dok' juga oleh ketua rombongan. Mengobati rindu para penumpang yang tiap harinya hanya melihat perbukitan di kawasan pacet. Orang pegunungan pasti suka pantai.... Orang yang tinggal di pantai ya suka pegunungan... Hadehh... Ribet...
Apa sih yang membuat Pantai Delegan begitu istimewanya di hati mereka? Eitz.... . Aku juga penasaran karena belom pernah kesana tuh... Ikuti aja cerita ku.. (^_^)..
Ternyata eh ternyata... Pantai Delegan terletak Kabupaten Gresik lho.., Pantesan.. jauh banget dari Tuban..ya sekitar 3 Km dari Jalan raya Pantura atau yang dulunya dikenal dengan jalan deandels.. Sayang, udah hampir maghrib ketika ku injakkan kaki ku pertama kali di Bumi Delegan.... Sepi benget ya.. tak satupun kendaraan yang ada di perkiran pantai selain kendaraan ku... yang jaga loket pun tak ada...
Halah... Tak Acuh aja lah... segera ku tanjap gas (tanpa bayar uang loket) menjemput idamanku..
![]() |
| Panorama lukisan Pantai delegan, sedikit ku edit karena keadaan yang mulai gelap |
"Mas, dari mana? ketua rombongannya mana?" Lelaki berbadan tegap berpakaian rapi menghadangku...
"Haduh... Ada aja gangguannya, padahal cuma lihat pantai doang pak" ucap ku dengan nada kesal (dalam hati tentunya)..
"Saya dari Mojokerto Pak, njenengan teng ngajenge bis kulo mawon" jawabku dengan suara selembut pasir pantai.. hahay..
"Cuma mengingatkan saja, sekarang sudah maghrib mas, Pantainya tutup... tak bisa di kunjungi, apalagi oleh orang luar.. Takut terjadi apa-apa, mohon kesadarannya" Jelasnya tegas..
halah.. di iyakan aja lah... Usut punya usut, ternyata beliau adalah Kepala Desa Delegan, yang memang kebetulan nimbrung di warung dekat pantai ketika rombongan ku datang kemalaman akibat gangguan tak di undang.. (emang mantenan ada undangannya)
Tapi bagi ku tak ada kata tutup... hahahaha... Yeahhhh... ku berlari menuju deburan halus ombak pantai yang seakan ramah sekali menyapa kulit kaki ku... Puluhan batu kerang turut pula menghiasi hamparan putih pasir Delegan......
Oh... Ada 'sunset' pula... haduh.. sulit terurai dengan rangkaian kata saking Indahnya...
Ku teringat pula, Pantai ini mirip sekali dengan Pantai legendaris, 'Kute' Bali... Deburan Ombaknya seramah pantai kute... Pasir Pantainya pun sehalus Kute... hanya saja.. karang di pantai Kute tak sebanyak pantai ini...
Tak apalah.... Bagi ku kau Kutenya Jatim.... Kami bangga punya pantai-pantai indah yang sebenarnya tak kalah indah dengan pantainya 'bali'...
Feuh.. Capek.. ku rebahkan badan penuh peluh ini pasrah menutupi sedikit pasir indah tak berdosa ini...
Ku pandang langit senja pantai utara Jawa ini dengan senyum indah.... terasa hilang sejenak seluruh penat dan kekacauan fikiran yang menggelayut entah sejak kapan...
Gema adzan yang mengalir membelah nyiur sayup-sayup hinggap di telinga ku....
![]() |
| Panorama Lukisan Ilahi |
"Asshadu Alla....... Ilaaaaa.... Ha Illallah...... "
Batin ku bergejolak keras...
"Ya Allah... Tiada Tuhan selain Engkau... Engkaulah satu-satunya Tuhan yang wajib kami sembah... Maha Suci Engkau yang telah menunjukkan kami lukisan indahmu.... Kami hanya hamba yang lemah.. tak ada apa-apanya dibanding luasnya samudra mu... Apa hak kami bersifat sombong terhadap-Mu, Terima kasih Engkau telah mengajarkan kami betapa hebat Sunnatullah Mu... Engkau ajarkan Kami kekuatan filosofis Mu....
"Ya Allah... Kami merasa, ibadah kami hanya seperti puluhan batu karang yang tak seberapa...Itupun harus tertutupi oleh Timbunan Dosa kami yang laksana pasir pantai banyaknya.... sangat banyak... dan Begitu banyaknya hingga kami pun tak mampu menghitungnya..... Astagfirullah... Namun Engkau Maha penyayang... Engkau tetap menyirami banyaknya 'pasir' kami dengan deburan lembut 'Ilmu' Samudra Mu.. Ampunilah Kami Ya Allah... Berikanlah kami luasnya ilmu samudra Mu walaupun hanya setetes... Aminn... (^_^)
![]() |
| Budhe dan Ibu : 'Seutas senyum mereka, 1000 kali kebahagiaan ku |
![]() |
| Adik-adik kecil ku setelah mengambil 1 kresek batu karang untuk di masak... hahahaha... kuat banget giginya.. untuk kolam mereka lah. |
*SELESAI*
Seluruh Cerita Dari Bagian Satu Hingga Terakhir Edisi Tuban ini Di Adopsi dari kisah nyata perjalanan ku berpetualang di kawasan utara Jawa Tanggal 18 Juni 2012 yang ku rangkai dengan gaya penulisanku sendiri. Meskipun ku bukan penulis.. Ku harap segelintir tulisan ku dari bagian 1 hingga 8 mampu memberikan manfaat, informasi dan pengalaman baru bagi teman-teman. Ma'af apabila banyak kata yang tak beraturan, sulit di pahami atau pun 'terkesan' tak penting untuk di baca.. dan Ma'af, tak ada niat untuk memenuhin dinding temen-temen akibat tulisan tak berguna ini... (^^)
Wallhu A'lam Bisshowab....
Posted By





Posting Komentar untuk "Pantai Delegan, Kute Van Jatim"