Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

OPAK Gila, Dari Panitia Gila, Agar Kami Ikutan Gila

Malam yang hening nan sejuk, agaknya akan merubah menjadi malam petaka. Batin ku bergolak keras melihat keadaan yang sebelumnya hanya bisa ku nikmati di layar kaca sembari bilang.. "Mahasiswa kok suka kekerasan", namun malam itu aku telah berada di tengah lautan manusia yang penuh peluh batin bertubuh "kekerasan".



"Hidup Mahasiswa, Hidup Mahasiswa,,,,,,

teriakan Ribuan Mahasiswa baru membahana keras menggetarkan gedung Sport Center (SC) UIN Maliki Malang. Mereka seperti ikut tak rela melihat belasan teman seperjuangan mereka duduk pasrah di kursi pesakitan pengadilan Mahkamah Agung Badan Eksekutif Mahasiswa untuk di adili akibat melanggar Undang-Undang OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswa) yang notebene di susun panitia sendiri untuk meghukum kami para MABA (Mahasiswa Baru).. Oh No.. Ancaman hukuman yang di tuntutkan oleh Jaksa Penuntut pun tak main-main. Mereka terancam tak dapat kartu mahasiswa, terancam tak dapat mengikuti 'mata kuliah' tertentu, terancam tak dapat beasiswa, bahkan statusnya yang selangkah lagi menjadi mahasiwa resmi UIN Malang akan dicabut. Gila kalian, pantes saja banyak MABA melawan dengan keras..

bagaimana mereka bisa di hukum seperti ituuu...!! (_ _) kasihan...

Kenapa harus ada pengadilan? ada jaksa? ada penasihat hukum? Teman kami persis seperti terdakwa kasus besar menanti keputusan hakim... padahal kasusnya pun sepele,... Waawwww, satu kata untuk kalian dalam menyikapi ini, "Lebay"

*** Waktu Itu ***

Kisah kelam kami para Maba di mulai hari rabu pagi lalu. Pukul 05.00 lebih sedikit kami harus berada di lapangan. Tanpa sarapan?? tentu saja tidaak... Siapa yang peduli kami sarapan atau tidak, toh yang merasakan kelaparan kami sendiri. tapi yang buat ku paling tak tahan adalah "Terpaksa" mandi jam 2 malam... beku rasanya badan ini, kalau siang sajaa airnya dingin, apalagi pagi.. Busyett..

Semua berbaris rapi dengan jas almamater baru, menunggu dengan was-was apa yang akan di alami nantinya..

Dag-Dig-Dug Derrrrrrr.... Awalnya.. acara berjalan hikmat, mulai dari pembukaan acara dengan 3 bahasa nasional UIN (Inggris, Arab, Indonesia), hingga sambutan puncak pembukaan resmi OPAK dengan tema keren "Mahasiswa Ulul Albab Berjiwa Pancasila" oleh Pak rektor, Prof. Dr. Imam Suprayogo.

Plok.. Plokkk.. Plokkkk....

Pembukaan OPAK menjadi pintu gerbang pertama kami untuk melintasi perjalanan penuh arang melintang 4 hari, Tak lama berselang, Panitia memperkenalkan TIM khusus untuk menangani kami yang indisiplin, dan melangar aturan. Ada juga tim advokasi yang akan berjuang melawan hak kami apabila kami di sengat oleh tim khusus tadi.... Namanya aneh "TIM KASIH SAYANG" .... nama yang unik untuk mengelabuhi kami yang awam.. ku kira itu TIM yang akan mendidik kami dengan kasih sayang.. namun.. segera ku buang jauh jauuhhhhh... kenapa... ?

Ku lihat seorang pria tinggi tegap bertampang preman masuk mengambil alih keadaan... dengan gaya lantang setengah berteriak..

"Hey kalian para MABA.... Janganlah kalian macam-macam dengan kami, kalau kalian tak mau menyesallll nantinya... Mau tahu siapa kami yang sebenarnya?? "

awalnya banyak diantara kami yang menertawakan mereka.. "hahahahaha..."..
namun tawa mereka lenyap manakala suara keras yang memekakkan telinga datang menghampiri.. Suara Sepeda Motor datang perlahan menuju lapangan dengan suara knalpot yang kerasssssss.. wow.. mirip para genk motor yang mengamuk mencari mangsa buruan.. Tak cukup sampai di situ... datang berpuluh-puluh wajah-wajah garang datang menghampiri kami, menyusup melalui barisan peserta...

" Woyyyy.. Diam.. Woyyy... " mereka mengucapkan kata-kata semaunya yang rasaya menusuk telinga bangettt.. aduhhh..

"Kenapa Kamu lihat-lihat? nantang kamu" ,

"Dasar Goblok... di suruh aja gak becusss" ,

"Yang nantang kami, majuuu... cepatttttt... Mahasiswa kok mental tempeee "

dan masih banyak sekali kayaknya... apa suara mereka gak habis dengan berteriak kayak gitu ya... halahh... terserahhh..

Atribut kami di periksa satu per satu.. perlengkapan kami... apapun yang menyangkut kami di periksa....

yang tak lengkap langsung di suruh maju...

dihukum macam-macam... Mulai dari hukuman kayak latihan militer, hingga hukuman berbau agama.... ini nih yang seruuu..

"Di suruh adzan depan umum, hafalin ayat kursi... hingga praktek sholat jenazah.. hahahaha.. seruuuu... "

namun bagi kami yang tak melanggar... malah di suruh yang aneh-aneh..

"Woyyyyyy... Sumua Sujuddd Woyyyyyy.. Sujuuuddddd... cepattttttt "

Tanpa pikir panjang, ku ikuti saja apa perintahnya, keadaan lapangan yang berdebu bak padang pasir tak menghalangi perintah mereka... muka ku dan para maba lain penuh dengan olesan debu lapangan yang bikin batuk mendadak, kelilipan parah, dan aneka lain... wow... edan...

dan tentunya ada dari mereka yang tak kuat langsung tak sadarkan diri, kasihan... kasihan...

di samping ku bahkan ada yang batuknya parah banget... mirip kayak penderita tuberkolosis stadium 10... aduhhh...

"Cepat Baca Istighfar woyyyy... cepatttt... kalian sudah banyak salah.. malah melawan kamii"

"Astaghfirllahhhhhhhhhhh...... Astaghfirullahhhh... " teriakan dari Maba yang hanya bisa pasrah mengikuti perintah mereka yang semakin tak karuan...

dan yang tak istighfar pun langsung di anggap membangkang dan akan di hadapkan langsung oleh Tim Kasih Sayang empat mata..

ternyata ada dari kami yang berjiwa aktivis... melawan... melawan penindasannnnnn...

keadaan semakin parah manalaka banyak jiwa aktivis dan pejuang bermunculan untuk melawan... Sebelum terjadi kontak fisik... adu bogem, atau apalah... mereka langsung di aman kan menuju ruang di sidang dan akan di sidangkan pada hari terahkir penutupan seperti ku ceritakan sekelumit di atas... wew..

Parah banget suasana hari pertama hari itu... kami bak para pencuri tertangkap basah namun tak mengakui kesalahan.. ohw... ohw.. ohw...

baru hari pertama seperti ini??

Beda banget dengan MOS SMA dulu ya.. kalau MOS SMA kayak yang kami alami ini pasti banyak dari mereka yang trauma psikis kali ya.. hahahaha... untung saja hanya para mahasiswa baru, kan udah gede... (^_^) tak terbayangkan oleh ku sejak lahir sekalipun, kalau OPAK kayak gini... Oh Emakkkkk..... Anak mu di siksa nihhhhh....

barangkali hanya mampu ku jawab sendiri dengan pasrah

"Saya sudah besar, harus mampu menjawab tantangan kehidupan" cemunguddddddd.. eaaaa.....

sempat ku terbenak dalam hati, apa pentingnya sih acara beginian?? pakai kekerasan kata-kata segala.. bukan kah hanya membuat perpanjangan tali 'perdendaman'..

mengapa?? karena kami para maba sekarang pun akan menjadi kakak kelas yang bakal menghakimi mereka juga nantinya.. hahahaha...

Lanjutkan perjuangan TIM KASIH SAYANG !

Posted By

Tanda Tangan

2 komentar untuk "OPAK Gila, Dari Panitia Gila, Agar Kami Ikutan Gila"