Mesin Pencetak Pahala dan Dosa
“Excuse me, TFinger isn’t an application, it is an automatic machine to print meetballs” tegur salah seorang peserta expo manakala saya salah dalam membacakan judul penelitiannya. Waktu itu, saya diberi kehormatan oleh ketua pelaksana untuk menjadi pemandu acara jalannya Research Expo and Computing For Asia yang dilaksanakan di Gedung Sport Center UIN Maliki Malang selama tiga hari berturut-turut terhitung sejak tanggal 15 hingga 17 September 2014. Tugas saya adalah memandu jalannya presentasi hasil riset seluruh peserta. Peserta yang berasal dari berbagai universitas setanah air, sekolah menegah hingga pondok pesantren tersebut akan saya panggil satu per satu untuk memaparkan hasil penelitiannya dihadapan para pengunjung yang berdatangan.
Salah satu produk penelitian yang mengusik pandangan saya adalah TFinger, saya mengira TFinger adalah aplikasi validasi sidik jari, ternyata dugaan saya meleset. Sang pembuat mengemukakan bahwa TFinger adalah alat untuk mencetak cilok secara otomatis, dengan harapan bahwa alat tersebut akan mempermudah para penjual cilok untuk memproduksi cilok dalam jumlah besar. Hmm.. Pemikiran kreatif.
Terlepas dari itu semua, alat itu agaknya menginspirasi saya. Bukan untuk ikutan membuat mesin pencetak cilok otomatis, namun membuat sebuah mesin yang didesain khusus untuk membantu manusia berbuat kebaikan. Sehingga tanpa manusia sadari, mesin itu dapat menelurkan banyak ganjaran yang tak terbendung jumlahnya, terlebih lagi ganjaran itu dikhususkan kepada pemilik mesin. Menarik Bukan?
Sebelum dilanjutkan lebih dalam, perlu juga kita direnungkan, mengapa mesin ini diperlukan?
Ingat, perabadan manusia yang semakin maju membuat mereka menjadi super sibuk, bahkan tidak sedikit yang mengaku sok sibuk hingga berani melupakan Tuhannya. Mereka bahkan sampai harus menyempat-nyempatkan waktunya hanya untuk menggugurkan kewajiban ibadahnya. Lantas, bekal apa yang dapat dibawa oleh generasi super sibuk macam kita kelak jika bukan amal sholeh?
Ketika manusia bertanya “bagaimana agar kita dapat memperoleh amal sholeh?” Allah dengan tegas menjawab “Fastabiqul Khoirot!”, berlombalah dalam berbuat kebaikan sesuai petunjuk Allah. Maka, manusia pun berhamburan kesana kemari menggali amal sholeh sesuai kemampuan mereka. Masihkah generasi sibuk macam kita tetap termenung dengan kesibukan kita? diam ditempat mengamati mereka berlomba dalam kebaikan? Oh No, betapa ruginya kita. Baiklah, saran saya, sebelum kita tertinggal semakin jauh, maka langkah stategis kita untuk memperbanyak amal sholeh yang terlanjur sedikit ini adalah dengan menciptakan mesin pencetak amal sholeh. Bisa kah? tentu saja bisa. Namun yang paling penting, kita memerlukan engine khusus sebagai konsep pengatur jalannya sistem. Tak perlu bingung mencarinya, karena ternyata engine tersebut telah disediakan oleh Allah, spesial buat manusia yang benar-benar mau memanfaatkannya. Engine tersebut tidak lain adalah Amal Jariyah. Dengan Amal jariyah, tentu sangat dimungkinkan amal manusia dapat mengalir secara otomatis sepanjang hidupnya bahkan hingga tiada sekalipun. Oke Fix ! kita telah mendapatkan engine yang tepat untuk dirancang didalam mesin pencetak amal sholeh kita.
Sekarang, bagaimana kita membuat mesin pencetaknya? Jangan membayangkan mesin yang akan kita buat adalah mesin beneran seperti pencetak cilok diatas. Itu bayangan yang terlalu jauh. Kawan, sebenarnya kita tidak perlu repot-repot membuat mesinnya, karena mesin yang saya maksudkan sudah kita miliki jauh-jauh sebelum saya menuliskan artikel ini. Mesin itu bernama Dunia Maya. Mesin ini adalah anugrah yang luar biasa besar bagi generasi digital seperti sekarang, terutama untuk penggalian ladang amal sholeh. Bayangkan, sebait tulisan ringan yang kita tuliskan di dunia maya seperti media social maupun blog, dapat terus bertahan lama hingga bertahun-tahun bahkan dimungkinkan hingga sang pembuat tulisan tiada sekalipun. Coba sebait tulisan ringan tadi kita ganti dengan tulisan-tulisan bermuatan keilmuan, tulisan-tulisan hikmah hingga tulisan-tulisan inspiratif yang mampu memotivasi manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Wow, jika kita kolaborasikan dengan konsep amal jariyah, maka disinilah mesin pencetak amal sholeh mulai menunjukkan kinerjanya. Tanpa kita sadari, puluhan,ratusan, hingga ribuan manusia yang membaca tulisan-tulisan kita, akan membuat aliran ganjaran kita mengalir deras bak air terjun niagara.
Maka, betapa terharunya ketika kelak di padang mahsyar, sang pembuat tulisan terkaget-kaget menjumpai amal sholehnya telah menumpuk bergunung-gunung. Dia bertanya, “Ya Rab, mengapa amal sholehku begitu banyak padahal aku merasa ibadahku selama didunia biasa-biasa saja?”
Tuhan menjawab, “Sesungguhnya, tanpa engkau sadari tulisan-tulisanmu telah menginpirasi manusia untuk menjadi hamba-hambaku yang sholeh lagi berilmu”
Subhanallah, mengharukan bukan?
Namun disisi lain, dunia maya bukan berarti tanpa resiko, kehadirannya seperti dua sisi uang logam. Banyak manusia justru terjebak menjadikan mesin dunia maya sebagai pencetak dosa otomatis. Dengan, tanpa malu, banyak diantara mereka yang menjadikan dunia maya untuk memamerkan kemaksiatan. Bahkan sengaja memajang aurat-aurat mereka untuk dilihat ribuan manusia sepanjang hari, hingga bertahun-tahun sampai mereka tiada. Tanpa mereka repot-repot berbuat dosa sekalipun, mesin pencetak dosa telah menciptakan butiran dosa yang tetap mengalir deras sepanjang waktu akibat kelalaiannya di dunia maya.
Maka, betapa nistanya ketika kelak di padang mahsyar, mereka terkaget-kaget menjumpai benih-benih dosanya telah meluas bak gurun sahara. Dia bertanya, “Ya Rab,mengapa dosaku begitu banyak padahal aku merasa tidak melakukan sebanyak itu?”
Tuhanmenjawab, “Sesungguhnya, tanpa engkau sadari kemaksiatanmu telah menginpirasi manusia untuk menjadi hamba-hambaku yang durhaka”.
Kalau sudah seperti itu, tiada yang dapat dia peroleh selain penyesalan.
Kawan, sebagai benang merah, coba kita renungkan, sejauh mana akun dunia maya kita telah berkontribusi untuk menyumbangkan amal sholeh? Mumpung kita masih diberikan kesempatan untuk berbenah, mari kita kelola mesin pencetak amal sholeh kita dengan cara memberikan input yang baik agar menghasilkan output yangbaik pula, yakni berupa ganjaran amal sholeh yang mampu memberikan secercah harapan memperberat timbangan amal sholeh kita kelak di akhirat. Amin.
Wallahu A’lam BiShowab.

Posting Komentar untuk "Mesin Pencetak Pahala dan Dosa"