Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk
Sabtu sore kemarin, Saya mengantarkan ibu saya yang diundang untuk menghadiri acara buka bersama (buber) dengan ratusan anak yatim di Kota Mojokerto. karena kebetulan tempat acara bubernya persis di depan supermarket besar, maka setelah acara selesai saya sempatkan untuk sekadar berjalan-jalan sejenak sambil lihat-lihat barang yang ada didalamnya, barangkali ada yang bisa membuat hati saya tergerak untuk membeli, padahal uang pun pas-pasan, kapan lagi berlagak sok kaya... hehehe
Ditengah lautan perabot rumah tangga yang bertebaran, saya seakan melihat oase segar yang menyegarkan pandangan saya, yeah.... nemu kumpulan barang favorit saya... "buku". Yupz, ada ratusan buku yang tersenyum riang menatap saya sambil melambai-lambaikan tangan. Mereka teriak-teriak ... kemarilah... kemarilah... baca kami !!!! (^_^)
Sebenarnya kebanyakan judul bukunya udah gak asing lagi bagi saya, namun ada satu judul buku yang meledek saya habis-habisan, seakan akan sayalah tokoh utama yang penulis maksud. ckckck... "Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk". saya tertegun sejenak menatap sampul buku itu. Bukannya saya suka sampulnya, namun saya pikir, judul buku ini memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Hati saya menjerit keras ketika membaca sinopsis dihalaman belakang buku. Bukannya ingin promosi, Lepas dari itu, sekadar ingin berbagi, betapa apa yang ada didalamnya kelihatannya pas sekali menggambarkan suasana kehidupan kita saat ini.
Ditengah keheningan malam, saya baca pelan tiap halamannya, Terharu, Mata saya berkaca-kaca, saya seakan melihat bayangan hitam kehidupan saya yang penuh peluh keduniaan, kehidupan yang sok sibuk, hingga bertemu Allah saja harus susah-susah menyempatkan. Memenuhi kebutuhan akhirat saja harus susah-susah menyisihkan. Astaghfirullah... sayalah Sosok "sok sibuk" yang memang digambarkan di buku ituuu....
"Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatan waktu untuk-Mu. Tuhan, harap maklumi kami, hamba-hamba-Mu yang begitu padat rutinitas, sehingga kami sangat kesulitan mengatur jadwal untuk menghadap-Mu.
Tuhan, kami sangat sibuk, jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa senin kamis, jangankan puasa Nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.
Tuhan, Maafkan kami, kami orang-orang sibuk. Bahkan kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu, Kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal surga-Mu.
Tuhan, urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusus dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.
Tuhan, Tolong.. Jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.
Tuhan, maaf, selama ini kami merasa sok sibuk. Padahal Engkaulah yang Maha Sibuk, Kami seringkali telat menghadap-Mu, padahal Engkau tak pernah sekalipun telat memberi kami makan dan minum setiap hari. Kami seringkali lupa menunaikan kewajiban kami pada-Mu. padahal Engkau tak pernah lupa menerbitkan mentari di pagi hari . Kami sering kali lalai mengingat-Mu padahal Engkau tak pernah sekalipun lalai mempergilirkan siang dan malam. Setiap saat keburukan kami naik disampaikan para Malaikat pada-Mu, sementara kebaikkan-Mu setiap detik tercurah pada kami.
Ya Allah, ampuni kami... Betapa malang diri ini ketika di dunia di sanjung dan di puji sesama. Padahal di sisi-Mu kami begitu hina.... Sungguh maha suci Engaku, tiada Tuhan-Tuhan lain yang berhak kami patuhi... (_ _)
Wallua'lam Bishowab

Posting Komentar untuk "Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk"