Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ternyata Berprasangka Buruk Itu Perlu

Dengan  setengah berlari aku menuju ruang kuliah yang dari jauh sudah terlihat kalau dosenku sudah datang. Uhm, Tumben ya... Padahal aku sudah berdzikir khusuk mengharap agar dosenku jangan hadir. Doa mahasiswa malas ..Hehehe...     Segera ku berbalik arah ke tempat juru kunci. Jiwa Ketua Kelas membuatku selalu bersemangat untuk menyiapkan keperluan kelas apapun keadaannya. Walaupun ketika terlambat seperti sekarang.



"Ceklek Ceklek..... Kriekkkk...." Akhirnya.... terbuka juga pintunya. Hari ini waktunya Mata Kuliah Sistem Informasi. Mata Kuliah wajib bagi mahasiswa Teknik Informatika pemula sepertiku. Mengingat begitu luasnya manfaat dari penerapan Sistem Informasi dalam kehidupan maka tak ada alasan bagiku untuk bolos kuliah kecuali kalau memang benar-benar mau sekarat  (^_^).

Sebenarnya dosenku hari ini adalah salah satu dosen favoritku. Meskipun beliau sudah cukup berumur dan tergolong dosen senior, tidak membuat beliau semena-mena terhadap mahasiswanya. Tetap enerjik dan selalu bersemangat, menjadi sifat yang melekat dalam cara beliau mengajar. belum lagi ditambah dengan segudang pengalaman dan keluasan ilmu beliau, membuatku betah berlama-lama terbuai oleh materi yang disampaikan. Hanya saja karena kesibukan beliau sebagai panitia inti penerimaan mahasiswa baru membuat beliau terkadang tidak dapat hadir dikelas kami.

"Hmm.. tidak apa kok Pak" jawab kami serentak ketika beliau izin tidak masuk karena menjadi Anggota Tim Independen mengawasi jalannya ujian SMA beberapa waktu yang lalu.... Tentu saja jawaban kami tersebut juga diiringi senyum-senyum satanisme.. entah kenapa ya, dari zaman SD sampai Perguruan Tinggi, Masih suka banget yang namanya "Libur".

Sejauh yang ku tahu, kayaknya beliaulah dosen TI yang paling welcome dalam menceritakan masalah Kemajuan Teknologi Informatika akhir-akhir ini. Hal itu yang kadang membuat bulu kudukku berdiri... wow.. ternyata selama ini aku gak tau apa-apa ya tentang teknologi. selama ini aku seakan masih berada di dalam hutan belantara yang jauh dari suasana kemajuan dunia yang luas ini. Padahal ditengah pesatnya perkembangan internet bisa  membuat siapapun dan dimanapun dengan leluasa mengupgrade kabar di seluruh penjuru dunia. Namun, ternyata Tak hanya aku saja yang mengalami dehidrasi teknologi, teman-teman satu kelas yang lain pun juga kadang kewalahan menjawab pertanyaan beliau yang cas cis cus ceplas ceplos mengenai teknologi ini itu inu ..... kadang beliau geregetan juga.. Tak heran jika beberapa minggu yang lalu beliau sempat melontarkan statement yang kontoversial ketika membahas mengenai teknologi Android yang masih ngetrend dewasa ini.

"Bagaimana kalian bisa ngerti Android kalau hape kalian saja hanya bisa nerima  sms dan nelfon saja. Ya Sudah, Siapa saja yang hapenya sudah Android nanti saya Kasih nilai A."

Tentu saja kalimat terakhirlah yang membuat mata kami melotot kemana-mana. Oh No.... Dan yang punya hape Android, tentu saja  membuat mereka langsung merem melek, tersenyum cengar cengir seakan membuat kami yang hapenya biasa aja terpancing pengen nonjok mukanya.

Ucapan beliau sebenarnya bukannya bermaksud menghakimi kami yang tak berAndroid, meskipun disampaikan dengan nada guyonan, namun secara implisit beliau sangat berharap, meski kita tidak menggunakan teknologi itu secara langsung, minimal mengerti perkembangan teknologi . Apapun teknologinya dan lebih bagus lagi jika ngerti konsepnya. Agar kita jangan sampai menjadi bangsa yang terbelakang.. "Mantap Pak"....

Terlepas dari itu semua, beliau mengawali kuliah siang itu dengan sedikit bercerita... Yang paling menarik dan tak kusangka adalah ketika beliau memaparkan dengan tegas bahwa  kadang  kita perlu berprasangka buruk untuk menciptakan teknologi yang baru..

Kok bisa ya....

Beliau melanjutkan, Banyak orang yang beranggapan berprasangka buruk itu perbuatan tercela yang harus dihindari.. Padahal tanpa disadari, orang-orang yang menghindari prasangka buruk itu malah mempraktekkan prasangka buruknya dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa rumah mereka dikunci malam hari?? mengapa mereka mengunci motornya ketika ditinggalkan??? itukan semua hasil dari prasangka buruk, jangan-jangan nanti ada maling yang masuk rumah, jangan-jangan ada pencuri yang nekat nyuri motornya? dan masih banyak lagi.... kalau mereka tidak berprasangka buruk seharusnya rumahnya tak perlu di kunci, biarkan saja terbuka kapan saja... Karena prasangka baik akan selalu mengatakan "All is well"... semuanya aman-aman aja kok..... Padahal prasangka baiknya justru membahayakan dirinya sendiri... Jadi, intinya jangan selalu menganggap prasangka buruk itu semuanya buruk...

lebih jauh lagi beliau menjelaskan.. bahkan sebagian teknologi yang kita rasakan adalah hasil dari prasangka yang buruk... Misalnya, Munculnya  AntiVirus yang semakin canggih memproteksi komputer kita adalah hasil dari prasangka buruk yang mengkhawatirkan munculnya virus-virus baru yang lebih hebat merusak keamaman komputer...

Contoh lain ketika website presiden dibobol oleh hacker kelas teri beberapa waktu lalu. harusnya kita jangan langsung menyalahkan hackernya, justru salahkan programmer websitenya yang kurang berprasangka buruk,,.. jadinya terlalu ceroboh untuk tidak memberikan proteksi keamanan website yang kuat...

Okelah (^_^).... Jadi... Pergunakan Prasangka Buruk Kita untuk menghasilkan Sesuatu yang positif dan bermanfaat.......


Posting Komentar untuk "Ternyata Berprasangka Buruk Itu Perlu"