Rebo Wekasan, Balutan Tradisi Dalam Sengketa ?
Hari menjelang sore ketika Hape kecil ku bergetar lembut, whut.... whut.... whut.......... memaksa Si Empunya Hape segera membuka sms yang masuk. Dengan segala rasa Gak Mood yang mengiringi, ku buka sms masuk yang biasanya bikin aku penasaran... Dari siapa Ya...... (^_^)
Jebrett... Muncul nama paman Ipar ku yang tinggal tepat disebelah rumah. Tumben orang ini sms, ada apa sih, ku baca pelan-pelan isi smsnya..
Ku telaah, ku cermati, ku amati, dan dengan sangat hati-hati ku menyimpulkan : "Kok pakek bahasa jawa kromo gini sih, jangan sampai ku harus nyari orang buwat nerjemahin.... " maklum, saya orang jawa yang gak seberapa jawa. Apalagi bahasa jawanya wong alus...... (Nb : wong alus tidak sama dengan jin dan sebangsanya).
"Nek Mboten lepat, Insya Allah rebo mbenjeng rebo wekasan... wekdal niku Alloh nurunaken balak 324 balak... mbok bilih njenengan ngelampahi nggeh monggo.. Dinten seloso baa'da maghrib nopo rebo injing jenengan lampaahi sholat lidaf il balak 4 rokaat 2 salaman.. rokaat pertama maos al kautsar 17 kali, rokaat kedua al ikhlas 5 kali... rokaat ketiga al falaq 1 kali rokaat keempat annas 1 kali... nek saget nggeh jenengan shodaaqoh nopo baancaan sak mampune... ngapunten... matur nuwun... "
Ku sedikit terperanjat membacanya... membacanya kok 17 kali ?? banyak amat..... apakah 1 gak boleh ya.... hehe..
Bagi teman-teman yang belum tahu apa itu rebo wekasan, ku kasih tahu sedikit,,,, sejauh yang ku tahu ya....
Rebo Wekasan itu hari rabu terakhir pada bulan safarrr... sekarang kan bulan safar... Wekasan/pungkasan artinya terakhir, mengapa hari rabu ini menjadi permasalahan?? Masalahnya adalah banyak yang meyakini pada hari itu diyakini Allah akan menurunkan balak (musibah dan bencana) dalam jumlah besar seperti yang ada dalam sms diatas...
Dan pada hari itu pula, biasanya di desa saya di adakan bancaan (kenduri) kecil-kecilan setelah sholat maghrib (biasanya malam rabonya).. untuk sekedar shodaqoh karena shodaqoh diyakini dapat menolak balak sesuai yang termaktub dalam hadist shohih... Sebelum acara kenduri dilaksanakan, terlebih dahulu jamaah setelah wirid sholat maghrib melakukan sholat jamaah.. 4 rokaat 2 kali salam, Sholat Apaan itu?? bukan sholat sunnah ba'diyah tapi berganti melaksanakan Sholat Li Daf'il Balak.....
Li = Untuk
Daf'i = Menolak
Al Balak = bencana/ Musibah
dan sekarang, tepat ketika tulisan ini dibuat adalah hari rabu wekasan yang dikeramatkan itu....
Bahkan saya pernah mengalami pengalaman yang menjengkelkan ketika tahun lalu, tepat ketika rebo wekasan, saya dilarang bepergian oleh nenek saya. Dikhawatirkan nanti ada apa-apa, dengan kata lain nanti ada musibah yang menimpa.. (naudzubillah)... Kala itu saya yang merencanakan pergi ke Malang untuk Gowes ke Kampus nyaris terancam batal. Dengan susah payah saya meyakinkan nenek saya bahwa semua akan baik-baik saja, bukankah kita harusnya lebih percaya kepada Allah daripada rebo wekasan? namun, memang susah membelokkan keyakinan seseorang yang terlanjur fanatik dan ngefans dengan rebo wekasan. feuh....
Dan yang menjadi permasalahan dan menggelisahkan saya adalah sholat li daf'il balaknya.... saya nyari-nyari referensi sumber-sumber kuat yang melegalkan sholat itu... ternyata belum nemu... hingga muncul pertannyaan, "Apakah Sholat Li Daf'il balak itu ada atau memang sengaja di ada-adakan?".. mengapa masyarakat juga melakukan sholat itu, dan bahkan menganggap itu sholat sunnah yang bisa disejajarkan dengan sholat Tahajjud, Witir, Tasbih, Taubat.. dan teman-temannya.
Guru ngaji saya pun sering yang melakukan sholat ini,dan sering mengajak saya pula....
jadi,... nanti kalo Malaikat tanya kepada saya "Hai Charis, kenapa kamu melakukan sholat Li daf'il Balak???"
ya mau gimana lagi, di jawab aja dengan pasrah "Ma'af Malaikat, saya lo.. cuma di ajak guru saya, lebih baik anda tanya guru saya ya,,,, hehehe"
(Pengecut banget) (^_^)
Disisi lain, Mama Dedeh salah satu ustadzah kondang pengisi acara Mama & Aa' setiap pagi pernah mengecam keras sholat ini, ketika salah satu pemirsa mempertanyaan rebo wekasan dan legalitas sholat ini dalam islam. dengan tegas beliau mengatakan islam tidak mengenal rebo wekasan dan tidak ada yang namanya sholat li daf'il balak,.,, dan sholat ini adalah sholat yang mengada-ngada dan bisa disebut juga Bid'ah .... (Masya Allah.... Separah itu ya... ckckckckc... hanya bisa garuk-garuk rambut walau gak gatal)
makanya, saya kasih judul 'Dalam Sengketa' karena disatu sisi menjadikan rebo wekasan sebagai tradisi masyarakat yang terlanjur menjadi agenda rutin dan menjadikan li daf'il balak sebagai sholat sunnah yang dilaksanakan satu paket dengan rebo wekasan.. Bahkan yang menarik, dalam kalender UIN Maliki 2013 dengan jelas memberikan tinta hijau pada tanggal 9 januari 2013 dan ada keterangan rebo wekasan dibawah tanggal. Berarti menurut persepsi saya, UIN setuju dengan adanya Rebo wekasan...
Terlepas dari itu, Rebo wekasan sebagai salah satu kearifan budaya lokal ternyata banyak menuai kritikan, Mulai yang kagak setuju, menganggap tahayul hingga bahkan menbid'ahkan... aduhhh... Ya Udah,, Saya sebagai pihak netral meminta pendapat teman-teman??
Bagaimana menurut sampeyannn???? (^_^)
Post By :


Posting Komentar untuk "Rebo Wekasan, Balutan Tradisi Dalam Sengketa ?"