Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketika Kemalasan Berbuah Penyesalan

Terik matahari Kota Malang dengan  kejamnya menyengat Kampus Hijau UIN Maliki.  Mengiringi langkahku berjalan pelan menerobos kokohnya gedung-gedung bertingkat fakultas-fakultas tempat para civitas akademika menimba ilmu.  Namun dibanding sengatan matahari Kotaku 'Mojokerto' rasanya Di Malang tidak begitu panas, apalagi di pagi hari dan malam hari... wow... sejuk bangettttt... Itulah salah satu alasanku kenapa aku melanjutkan Studi ku disini (Malang)


Yups.. Siang itu, Rasa capek dan ngantuk rasanya sudah bercampur jadi satu, ingin ku segera cepat-cepat masuk ma'had, merebahkan badan dengan enjoy, dan pastinya tidur nyenyak (^_^). Melupakan peristiwa buruk yang hanya akan menimbulkan penyesalan berkepanjangan bila terus dipikirkan. Memang benar apa yang dikatakan orang-orang bijak itu... 'penyesalan pasti ada dibelakang', ibarat nasi kalau sudah menjadi bubur, bagaimana bisa dijadikan nasi lagi. Tidak akan bisa, percuma  ! yang paling bijak adalah bagaimana kita bisa menjadikan itu pengalaman yang harusnya tidak kita ulangi kembali.

***

Tanpa terasa ku sudah sampai dipintu gerbang ma'had ku, dan tiba-tiba ku dikejutkan oleh teman sekelas yang menanyakan sesuatu yang ku sesali tadi.... oh, pastinya menyakitkannn...

"Ris, bagaimana UTS mu tadi? bisa gak? Alhamdulillah lhoo.. Tadi yang nomer 3 itu emang susah ya... tapi gak rugi aku belajar sampai larut kemarin.. ya minimal lancar lah... bla bla bla bla bla...... "

Aku hanya mengangguk saja... "Okelah kau memang hebat" kataku dalam hati.. hehehe..

Mengapa kemarin-kemarin aku tidak belajar juga sampai larut? Jawabannya satu, 'mengantuk'

dan resikonya pun besar.. "bisa-bisa ketiduran dikelas kalau malamnya tidur larut gara-gara belajar"

Mengapa aku tidak belajar dengan giat kalau ada waktu luang?

Rasa malaslah yang kadang membuatku terbuai oleh hal-hal tak penting hingga berbuah penyesalan dikemudian hari..

***

Oleh karena itu kawan, aku lebih suka mencerikatan pengalaman-pengalamanku agar bisa dipetik pelajaran oleh orang lain, aku tidak ingin hal-hal pahit yang menimpaku dialami orang lain pula...

Saat ini, musuh yang paling berat buatku adalah melawan kemalasan, gara-gara malas, sesuatu yang harusnya bermanfaat bagi kita akan terabaikan. aku menyesal ketika aku tidak bisa mengerjakan soal UTS dengan baik, namun kenapa teman-temanku bisa. Yang perlu disalahkan memang diri sendiri... kenapa kita takluk oleh rasa malas. andaikata waktu itu aku serius belajar, belajar, belajar.... aku tak akan seperti ini ... Oh... Ya sudahlah.. Sudah terlanjur, lebih baik pikirkan hari esok bagaimana bisa menjadi lebih baik..

"Jangan Harap  Kesuksesan Akan Menyentuhmu Jika Engkau Saja Berteman Baik Dengan Kemalasan" ...

Bagi ku, salah satu hal yang membuatku bangkit dari kemalasan adalah ketika tiba-tiba wajah ayah dan ibu melintas didepan wajahku dengan tatapan penuh harapan. Yupz, aku adalah  harapan bagi mereka,  ku seakan berdosa besar seandainya saja aku mengecewakan mereka. Dengan susah payah mereka membiayai sedangkan aku malah malas-malasan... Astaghfirullahhhh

Aku ingin teguhkan niat, aku jauh-jauh kesini untuk untuk belajar.....

Enyahkan kemalasannnnnn........... Meskipun sulit bukan berarti tidak bisa ..... Semangattttttttt !!! (^_^)

Posted By

Tanda Tangan

Posting Komentar untuk "Ketika Kemalasan Berbuah Penyesalan"