Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Candi Badut, Saksi Sejarah Ditengah Hiruk Pikuk Kota Malang

Hari libur memang paling baik digunakan untuk menghilangkan kepenatan. Melupakan sejenak rutinitas    seminggu yang kadang bikin sutress... (^_^).. kalau para mahasiswa sih biasanya karena masalah tugas... hehehe...

Karena hari minggu ini tidak ada kegiatan selain pengen tidur melulu, jadinya gowes ke tempat wisata deh. Rencana berangkat tepat habis shubuh jadi berantakan gara-gara masalah yang memang selalu jadi masalah... 'bangun kesiangan'.

Rencana awalnya, sebenarnya refresing mencari sawah... (aneh banget ya..), maklum, bagi kami yang sehari-hari tinggal di kota, mencari tempat-tempat yang berbau pedesaan, yang sejuk, yang tenang.... yangg...... pokoknya yang yang yang lainnn... adalah hal yang langka. Kami pun juga merasa ngiler dengan suasana kampung halaman. 

Namun, mendengar ada candi di daerah malang kota, jadinya kami pun penasaran. Bagaimana tidak penasaran, kehidupan kota malang yang serba modern, hiruk pikuk, ramaiii.. dan seakan tak pernah ada tidur membuat kami tak percaya kalau ada candi. Jadilah aku yang memang penggemar wisata sejarah merengek-rengek minta kesana.. hehehehe...

Berangkat jam 7 pagi, butuh waktu setengah jam dari UIN Malang untuk sampai kesana, sebenarnya jaraknya sanggattttt dekatt... Candi ini terletak di kawasan Tidar,,,  kurang lebih 200.000 CM ... alias cuma 2 KM dari kawasan UIN, Tahu kenapa? karena kita gak sombong, cukup jalan kaki aja... (^_^)..

***
Candi Badut, Tampak dari samping, agak ke pojok dikit..

Namanya Candi Badut, Membaca nama itu pasti teman-teman bingung campur penasaran, kok namanya badut ya??? berarti candinya kayak Teletubbis donk... Gubrakkk....

Kata Badut di sini...  berasal dari bahasa Sanskerta Bha-dyut yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya (aku juga tak tahu artinya apa). Karena lidah jawa yang medhokk... jadi cukup dipanggil dengan nama candi badut ..gitu aja.. (biar kelihatan lucu kali ya)

Asal teman-teman tahu ya...! Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun lho.... dan diyakini sebagai peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi.... ckckckck.. hebat kan???

(tapi kok tak populer dibuku sejarah ya??, Kasian Si Candi ini, sabar ya Ndi,,,,, Jadinya kamu tak terkenal seperti CerryBelle ... wkwkwkwk)

Sebagai kenang-kenangan... Pastinya tak lengkap kalau tak Foto-foto..  (Sekarang, candi kebanyakan untuk sarana penunjang foto-foto ya... Tragis.. (^_^)

Lah dari pada nggangur? hayo? aku yakin, pasti yang mendirikan candinya juga seneng lho,

"Oh, Ternyata Candi Buatanku terkenal beud" wkwkwkwk

Berpikir Keras : Mencoba menerjemahkan honocoroko, walau akhirnya 'gagal'.. Gak papa, kasih oplos aja,, plok.. plok.. plok

Keren : Candinya keren yang foto juga keren

Bekas Ruruntuhan lain candi badut yang sengaja tak digabung dengan candi utama, bingung masangnya kali ya..
Kaget ketika melihat bunga tujuh rupa dalam candi) "Hwaa... Kenapa makanan ku ada disini???

Berlagak jadi model, gak malu ya... dipelototin batu candi yang diam membisu, Insya Allah masuk jadi model majalah BOBO.. wkwkwk




Sebelum cabut pulang... foto lagi ah... udah kayak boybrand dadakan...




Posted By :

Tanda Tangan

Posting Komentar untuk "Candi Badut, Saksi Sejarah Ditengah Hiruk Pikuk Kota Malang"